Berita Terbaru

Perbedaan Al-Qur’an dan Hadist Qudsi

Pada dasarnya, al-Qur’an dan hadits, masing-masing merupakan wahyu dari Allah. Karena itu, masing-masing harus diyakini bersumber dari Allah. Bedanya, al-Qur’an bersumber dari Allah, baik makna maupun lafadznya, namun tidak dengan hadits. Hadits hanya maknanya yang bersumber dari Allah, sedangkan lafadznya bersumber dari Rasulullah saw. Meski demikian, seorang Muslim wajib mengimani, bahwa al-Qur’an dan hadits, sama-sama merupakan wahyu dari Allah SWT.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى(3(إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى(4

Artinya : dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (Q.s. an-Najm: 3-4).


Realitas Hadits dan Hadits Qudsi

Sebagaimana yang didefinisikan oleh para ulama’, bahwa apa yang dinukil dari Nabi saw., baik dalam bentuk perkataan, perbuatan maupun pembenaran (taqrîr) adalah hadits. Namun, hadits tersebut kadang dinisbatkan kepada Nabi, sehingga disebut Hadits Nabawi, dan kadang dinisbatkan kepada dzat yang Qudus, sehingga disebut Hadits Qudsi. Perkataan yang dikeluarkan dari Nabi saw. dianggap sebagai hadits nabawi. Misalnya, sabda Nabi saw.

لاَ تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ يَكْذِبْ عَلَيَّ يَلِجِ النَّارَ

Janganlah kamu cuba mendustakanku, kerana sesungguhnya orang yang mendustakanku, akan dimasukkan ke dalam api Neraka.


Perbedaan al-Qur’an dengan Hadits Qudsi

Namun, masing-masing tetap mempunyai perbedaan, antara lain sebagai berikut:

1. Al-Qur’an lafadz dan maknanya bersumber dari Allah SWT, sedangkan lafadz hadits qudsi sebagaimana hadits nabawi, sehingga para ulama’ juga membolehkan hadits tersebut diriwayatkan secara maknawi, tidak tekstual. Berbeda dengan al-Qur’an, karena periwayatan secara maknawi terhadap al- Qur’an bisa dianggap penyalinan dan tahrîf.

2. Kepada al-Qur’an berlaku tantangan (tahaddî) kepada orang Arab untuk membuat yang serupa dengan al-Qur’an, dan kepadanya juga berlaku mukjizat. Sementara hadits qudsi tidak, sebagaimana hadits nabawi.

3. Ketika dibaca al-Qur’an bernilai ibadah, sehingga hukum membacanya bernilai pahala, dan membacanya dalam shalat merupakan salah satu rukun, sehingga tidak akan sempurna shalat seseorang tanpanya. Namun, tidak dengan hadits qudsi, yang jika dibaca justru akan membatalkan shalat.

4. Masing-masing ayat al-Qur’an, ayat per ayatnya adalah Mutawatir, sementara hadits qudsi tidak; di dalamnya ada yang qath’i dan kebanyakan dhanni.

5. Al-Qur’an selalu disampaikan kepada Nabi saw. melalui malaikat Jibril, sementara hadits qudsi tidak.

6. Al-Qur’an dijaga oleh Allah, tetapi hadits qudsi tidak.

dr. M. Wiwid Santiko

Selamat datang di www.syathibi.com, official website PP. AlMunawwir Kompleks T, Asy-Syathibi.
Semoga Anda memetik manfaat dari website ini.
Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi.

Latest posts by dr. M. Wiwid Santiko (see all)

About dr. M. Wiwid Santiko (7 Articles)
Selamat datang di www.syathibi.com, official website PP. AlMunawwir Kompleks T, Asy-Syathibi. Semoga Anda memetik manfaat dari website ini. Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi.
Contact: Website

Leave a comment

Your email address will not be published.


*